Pelempar Sepatu ke Bush Divonis Tiga Tahun

 

090313asidang-sepatuLiputan6.com, Baghdad: Pengadilan Irak di Baghdad, Kamis (12/3), memvonis hukuman tiga tahun penjara terhadap Muntadhar al Zaidi, terdakwa pelemparan sepatu ke arah George Walker Bush saat masih menjadi Presiden Amerika Serikat. Hakim menilai Al-Zaidi bersalah lantaran menyerang pemimpin negara asing.

Vonis ini ditolak keluarga Al-Zaidi. Putusan pengadilan dinilai sarat muatan politis. Selain itu, pria berusia 30 tahun itu juga disiksa polisi Irak selama ditahan. Namun, hakim penyelia tudingan penyiksaan itu menilai, luka bekas penganiayaan diperoleh Al-Zaidi ketika petugas keamanan berusaha menahannya, sesaat setelah melemparkan sepasang sepatunya.

Baca lebih lanjut

Jadi trend : PM Cina Dilempar Sepatu

090203alemparsepatuLiputan6.com, Cambrigde: Insiden pelemparan sepatu ke arah kepala negara kembali terulang. Kali ini, insiden pelemparan sepatu menyasar ke Perdana Menteri Cina Wen Jiabao saat berpidato di Universitas Cambridge, Inggris, Senin (2/2). Seorang peserta memprotes pihak universitas yang disebutnya bersedia mendengarkan kebohongan PM Jiabao.

Saat diusir, dia meleparkan sepatu olahraganya ke arah PM Jiabao. Namun, lemparannya tidak tepat dan hanya menghantam panggung, cukup jauh dari posisi PM Jiabao berada. PM Jiabao tak terganggu dan hanya menyatakan tindakan yang dilakukan pria berusia 27 tahun itu tak akan mengganggu hubungan bilateral Cina dan Inggris.

Baca lebih lanjut

Sepatu Zaidi dihargai Rp. 110 Milyar

president-bush-ducks-as-the-shoes-are-thrown3Peristiwa pelemparan sepatu oleh wartawan Irak, Muntadar kepada pemimpin AS, Presiden George W Bush pada konferensi pers bersama PM Nouri al-Maliki, menjadi berita terhangat. Kepopuleran berita ini hampir menyamai sewaktu Amerika menginvasi Irak pada tahun 2003, dan eksekusi mati mantan Presiden Irak, Saddam Hussein di akhir tahun 2006.

Lihat Video “Saat Bush Dilempar Sepatu

Muntadar al-Zaid melempar sepatu kepada Bush seraya meneriakkan ‘anjing’ dalam bahasa Arab.Bush berhasil menghindar dengan jurus menunduk meskipun telah dilempar dua kali pada jarak 5 meter. Akibat aksinya ini, Muntadar al-Zaid langsung diamankan oleh pihak keamanan Irak dan AS. Muntadar mengalami patah tulang rusuk dan luka pada lengan akibat hantaman petugas keamanan. Kini ‘pahlawan sepatu terbang” di tahan di penjara militer Irak.

Baca lebih lanjut

Monumen Raksasa Sepatu Bush dicopot

49997smallRiwayat pelempar sepatu dari Baghdad, Muntazer al-Zaidi, bakal abadi. Sebuah monumen berupa sepatu superbesar dipasang di Tikrit, 130 km dari Bagdad. Namun, upaya mengenang pelemparan sepatu ke agresor Iraq, George W. Bush, itu tak mulus. Monumen itu harus dicopot pada Jumat (30/1) lalu. Alasannya, lahan pemerintah tak boleh dipakai sesuatu yang mengandung bias politik. Atau khawatir sepatu sebesar ini bakal benar-benar dilemparkan ke orang?(roy)

Sumber : Jawa Pos / 02 Februari 2009

Monumen Raksasa Sepatu Bush di Irak

Monumen Sepatu Raksasa

Monumen Sepatu Raksasa

Ini ada artikel menarik tentang sepatu…yang bisa menggugah rasa nasionalisme kita : 

Masih ingat kisah Muntazar Al-Zaidi yang melempar sepatunya pada eks. Presiden George W Bush pada 14 Desember 2008 . Kini di Kota Tikrit,telah harir Monumen Sepatu Raksasa Zaidi yang telah dibangun pada 27 Januari silam.  Kota Tikrit (150 km dari Bagdad) merupakan kota kelahiran dari eks. Pres. Saddam Husein. Sepatu raksasa itu dibangun untuk menghormati wartawan Irak yang berani melempar sepatunya kepada Presiden negeri ‘Uncle Sum’ sebagai bentuk lampiasan kemarahan rakyat Irak atas kehancuran negeri ’seribu satu malam’ yang diciptakan Bush. Aksi pelemparan ini mendapat simpati dunia luas, dan khususnya membuat rakyat Irak bangga.

Monumen sepatu tersebut terbuat dari perunggu setinggi 3 meter.  Dibawah patung sepatu tersebut, terdapat tulisan atau puisi yang menyanjung sikap Zaidi. Desain dan pembuat monumen ini adalah seorang seniman Irak, Laith Al-Ameri.

Courtesy : Xinhua News (Picture)

Produk Kami dalam Slide Show!

Tips Memakai Sepatu Berhak Tinggi

100_0088-a3Wanita tidak bisa hidup tanpa sepatu berhak tinggi, dan pria tidak bisa menahan wanita untuk memakai sepatu tersebut.

Sepatu berhak tinggi merupakan suatu barang yang seolah-olah wajib dimiliki wanita, tidak peduli sakit, tidak nyaman dan perasaan tersiksa. Mengapa wanita masih saja memakainya walaupun dengan sekian rasa yag tidak nyaman. Apakah ini yang mereka sebut “No pain, no Vain.”

Beberapa diantara mereka merasa belum lengkap tanpa mengenakan sepatu berhak tinggi, diantara mereka memerlukannya untuk menambah ketinggian (empat sampai lima inchi atau lebih), beberapa merasa percaya diri dan seksi bila berjalan mengenakan sepatu berhak tinggi, dan biasanya sangat mudah tergoda pada sepatu-sepatu dengan design yang elegan. Ini ibaratnya sebuah “kecanduan”.

Ketika seorang wanita melihat sepasang sepatu, ia akan mudah jatuh cinta, dia mencobanya, kemudian berjalan dan akhirnya membelinya tanpa memperdulikan harga. Mungkin, sebagian besar wanita dilahirkan dengan kemampuan bertahan pada rasa sakit padahal itu merupakan kesia-siaan.Berikut beberapa tips yang dapat membantu para wanita berjalan lebih tinggi, cantik dan seksi dengan mengurangi sakit. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.